Sariagri - Perum Perhutani saat ini telah mengembangkan tanaman porang di areal 1.088,9 hektare. Tanaman yang memiliki nilai ekspor ini tersebar di wilayah Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwakarta, KPH Saradan, KPH Lawu DS, KPH Madiun, KPH Nganjuk, KPH Bojonegoro, dan KPH Malang. Namun, proses penanaman porang masih dilakukan secara konvensional dan bekerjasama dengan kelompok penggarap.
“Existing tanaman porang mendorong Perum Perhutani untuk lebih serius dalam pengembangannya dan diarahkan menjadi portofolio baru sebagai sumber baru pendapatan usaha perusahaan,” kata Direktur Utama Perhutani, Wahyu Kuncoro, saat kick off meeting Pengembangan Tanaman Porang secara virtual, kemarin.
Acara dihadiri Direktur SDM, Umum, & IT Perhutani, Muhamad Denny Ermansyah, Direktur Operasi dan Perhutanan Sosial, Natalas Anis Harjanto, Kepala Divisi Regional Jawa Timur, Karuniawan Purwanto Sanjaya, Kepala Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) Kementerian Pertanian, Titik Sundari, Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Iman Yani Harahap, dan Perwakilan Mitra Kerja.
Wahyu menerangkan bahwa dalam pengembangan tanaman porang, Perum Perhutani mengajak PT RPN yang memiliki kompetensi dalam pengembangan produk bioteknologi dan bibit tunas adventif, serta Balitkabi Kementerian Pertanian yang telah memiliki banyak pengalaman dalam pendampingan teknis kelompok petani.
“Harapan kami, sinergi BUMN dan kelembagaan ini mampu meningkatkan kinerja segenap jajaran di lapangan dalam mencapai tujuan keberhasilan tanaman porang. Selain itu, kerjasama dan kolaborasi yang kami lakukan juga untuk memastikan bahwa produk tanaman porang dan industri hilirnya akan mampu memberikan nilai tambah,” ujar Wahyu.
Perum Perhutani makukan Kick Off Meeting Pengembangan Tanaman Porang secara virtual via Zoom, Kamis (12/8). Acara dihadiri oleh Dirut Perum Perhutani Wahyu Kuncoro, Kepala Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) Kementerian Pertanian, Titik Sundari, Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Iman Yani Harahap.
Sementara itu, Kepala Balitkabi Kementerian Pertanian, Titik Sundari, mengatakan tanaman porang dalam beberapa waktu belakangan menjadi bahasan yang menarik di banyak media, porang juga telah ditetapkan sebagai komoditas unggulan ekspor karena peluang pasar yang cukup besar baik di dalam maupun luar negeri.
“Hal tersebut tak lepas dari meningkatnya potensi tanaman porang di dalam negeri seiring dengan meningkatnya industri pangan berbasis porang dan juga meningkatnya kesadaran masyarakat akan pangan sehat,” katanya.
Titik menambahkan Balitkabi selaku balai yang menangani komoditas porang siap untuk mendukung kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Perhutani.
Sedangkan Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Iman Yani Harahap, menyatakan pengembangan tanaman porang Perum Perhutani dapat terlaksana sesuai dengan target dan memberikan pendapatkan bagi kedua belah pihak
“Kami atas nama PT RPN mengucapkan terima kasih dan selamat kepada Perum Perhutani atas terlaksananya kick off meeting ini serta kepercayaan yang diberikan kepada PT RPN dalam program pengembangan tanaman porang. Kami juga akan terus mendukung Perhutani mengembangkan operasional bisnis bagi perusahaan dan khususnya bagi negara serta masyarakat,” ujar Iman.
