Sariagri - Gerakan pola hidup sehat dan ramah lingkungan sudah lama digaungkan berbagai kelompok masyarakat untuk menjaga keberlangsungan ekosistem. Namun kenyataannya, tiap tahun, kerusakan dan pencemaran lingkungan terus terjadi, bahkan semakin mengkhawatirkan.
Secara global, tingkat polusi kian merangkak naik. Dampak perubahan iklim pun semakin nyata. Tidak saja mengancam kehidupan manusia, tapi juga berbagai spesies flora dan fauna.
Padahal nih Sobat Agri, membantu pelestarian lingkungan dan ekosistem berkelanjutan tak melulu harus lewat terobosan besar. Hal itu dapat kita lakukan dengan cara sederhana dan itu bisa dimulai dengan diri kita sendiri atau keluarga.
Nah, untuk mendukung keberlangsungan ekosistem yang lebih sehat, ada beberapa langkah kecil yang bisa diterapkan. Apa saja itu? Berikut diantaranya:
1. Membuang baterai ke tempat sampah
Tahukah Sobat Agri? Baterai membutuhkan waktu lebih dari 500 tahun untuk terurai. Tak hanya itu, baterai juga mengandung logam seperti merkuri, timbal, kadmium, dan kromium. Ketika kita membuang baterai bersama dengan sisa sampah organik, mereka berakhir di tempat pembuangan sampah dan mencemari air dan tanah.
Ujungnya, baterai dapat mempengaruhi kesejahteraan hewan, tumbuhan, dan manusia yang menggunakannya sebagai sumber kebutuhan air.
Jadi, proses yang tepat adalah menyimpan semua baterai bekas dalam wadah yang tidak digunakan untuk hal lain. Baterai yang terkumpul kemudian sebaiknya dibawa ke tempat yang dapat mengolah sampah elektronik.
2. Botol atau kantong plastik mencemari lingkungan
Dalam kehidupan sehari-hari, kita banyak menggunakan plastik. Namun, plastik salah satu elemen yang paling mencemari lingkungan. Untuk membuat plastik, para ahli menggunakan banyak zat kimia yang berbeda. Akibatnya, benda-benda tersebut mengandung racun yang mencemari kualitas udara. Selain itu, plastik tidak dapat terurai secara hayati, yang berarti perlu setidaknya 150 tahun untuk terurai.
Bahkan sebagian besar plastik dibuang ke laut, samudera dan sungai yang tidak saja mengakibatkan saluran pembuangan tersumbah, tapi juga mencemari perairan dan dapat membunuh biota air yang hidup di dalamnya.
3. Mencuci tanpa mematikan keran mencemari lingkungan
Air sangat penting bagi kehidupan semua makhluk dan ekosistem. Selain berfungsi mengatur suhu dan penopang utama aneka mahluk hidup, air juga vital bagi kehidupan manusia.
Namun, air adalah sumber daya yang terbatas, dan orang-orang tampaknya tidak menyadarinya. Mencuci tanpa mematikan keran, misalnya, adalah kontraproduktif bagi lingkungan karena kita membuang air secara sia-sia.
Solusi terbaik, gunakanlah air secukupnya. Saat mandi, matikan air saat bersabun, atau saat membersihkan gigi, gunakan segelas air.
4. Membuang puntung rokok sembarangan mencemari lingkungan
Puntung rokok mengandung zat kimia seperti timbal, yang dapat mencemari sumber air yang bersentuhan dengannya. Filter mengandung selulosa asetat. Ini adalah plastik yang membutuhkan waktu lama untuk hancur dan dapat mempengaruhi udara karena melepaskan nikotin, arsenik, dan kadmium.
Selain itu, puntung rokok bisa jatuh ke sumber air, seperti sungai. Ikan kemudian dapat memakannya dan mati. Karennya, selalu buang puntung rokok di tempat yang aman dan tidak mencemari lingkungan.
5. Hindari penggunaan deodoran aerosol
Aerosol mengandung senyawa organik yang mudah menguap, beberapa zat kimia yang berubah menjadi gas dan terakumulasi di lapisan atmosfer paling bawah. Jadi, kita dapat menghindari penggunaan deodoran semprot karena setiap penggunaan melepaskan karbon dioksida, belerang, dan nitrogen, yang mempengaruhi kualitas udara.
