Pernikahan Ramah Lingkungan Akan Jadi Tren pada Tahun 2022

 

Sariagri - Pesta pernikahan identik dengan kemewahan, kehadiran ratusan tamu undangan dan berlimpahnya makanan lezat. Namun tanpa disadari hal tersebut membawa dampak buruk bagi lingkungan.

Dampak buruk tersebut seperti berapa tingginya polusi udara dari kendaraan yang dibawa oleh ratusan bahkan ribuan tamu, sampah makanan yang terjadi pasca acara selesai dan lainnya. 

Meski demikian, belakangan konsep pernikahan berubah karena pandemi Covid-19. Pesta yang biasanya dihadiri ratusan hingga ribuan tamu kini hanya boleh dihadiri oleh puluhan bahkan belasan orang. Makanan yang biasanya berlimpah kini pun terbatas.

Melansir Malay Mail, perubahan yang demikian drastis kini membawa harapan baru di tahun 2022. Semakin banyak pasangan yang berencana menikah akan menggelarnya menjadi pernikahan ramah lingkungan.

Berdasarkan data dari The Wedding Report yang ditampilkan oleh Axios, sejumlah besar pernikahan sedang direncanakan di AS untuk tahun 2022. Di antara tren yang ditemukan oleh berbagai situs pernikahan termasuk Mariages.net dan Hitched, mengarah pada sejumlah calon pengantin yang ingin menyelenggarakan acara dengan menghargai lingkungan.

Menurut Mariages.net, situs dari Prancis itu, yang menanyai 180 ribu klien yang terdaftar mendapatkan satu dari dua pasangan bermaksud untuk memberikan hari istimewa sebagai kesadaran etis dan ekologis. 

"Pasangan semakin peduli tentang lingkungan secara individu dalam kehidupan pribadi mereka dan mereka memiliki pandangan etis yang juga mereka bawa ke wedding organizer mereka," ujar Mariages.net dalam keterangan tertulis.

Sejumlah alasan pernikahan ramah lingkungan tersebut adalah jejak karbon pengantin dan tamu, gaun pengantin, dekorasi dan katering, dampak lingkungan dari peristiwa semacam itu menjadi sangat besar terlebih jika tamu mencapai ratusan.

Salah satu contohnya adalah pernikahan Kate Middleton dan Pangeran William pada April 2011 telah menghasilkan jejak karbon 6765 ton setara CO2. Hal tersebut diketahui berdasarkan penghitungan lembaga Landcare Research yang berbasis di Selandia Baru.

Tingginya jejak karbon tersebut dipengaruhi oleh banyaknya tamu yaitu 1900 undangan dan ribuan penonton yang datang dari seluruh dunia untuk hadir melihat acara tersebut.

Cara untuk mewujudkan pernikahan ramah lingkungan adalah menggelar pernikahan kecil seperti mengundang kerabat dekat. Pernikahan kecil ini merupakan salah satu tren yang dipetakan oleh majalah Belle.

Selain tamu yang sedikit, undangan digital juga menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan. 

Mariages.net telah mendapatkan 41 persen responden yang ditanyai memilih solusi jarak tempuh nol, yaitu dengan memilih makanan lokal atau dengan penggunaan kendaraan ekologis. Selain itu 50 persen calon pengantin memilih untuk merayakan di tempat terbuka.

Untuk pakaian pengantin dapat menggunakan pakaian bekas atau jasa penyewaan. Dekorasi dapat memilih bahan daur ulang. Untuk makanan juga dapat memilih menu vegan. Sementara untuk hadiah yang diberikan oleh kerabat sebaiknya batasilah untuk memberikan barang-barang penting atau benda ramah lingukungan.



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama